Sunday, May 07, 2006
Jelajah Jakarta (part 1)
Ternyata menelusuri kota Jakarta ini, asik loh, apalagi sekarang udah ada Trans Jakarta (alias bus way) jadi mau jelajah Jakarta dari ujung ke ujung gampang banget dan ga macet.
Malu juga udah tinggal di Jakarta hampir 7 tahun tapi belom pernah mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan monumental, jadi kalo ditanya udah ke museum ini, itu bla…bla…jawabannya …ya baru sekarang. Padahal kalo jalan-jalan ke luar negeri, yang kita kunjungi ya museum, istana, tempat ibadah dst. Kok di negeri sendiri belom? Salah sendiri hihihihi…
Museum Nasional

Bangunannya indah banget, aku ampe kagum. Tiket masuk Cuma Rp 750,- jadi mikir, kok murah amat, gimana dengan biaya perawatan and so on? Biarlah, itu urusan Sutiyoso. Ternyata banyak juga turis yang datang, rombongan anak sekolah dan turis lokal macam kita. Koleksi museum sebagian besar benda-benda bersejarah Indonesia, mulai dari guci, lemari kuno, peralatan makan, batu perhiasan, alat transportasi sampai patung-patung.....cukup terawat kok, cuma suasananya agak spooky hiiiiii. Kalo liat background ini gak kalah kan sama di Eropa?
Letaknya di Jalan Gajah Mada, bangunannya unik, halaman luas, jalan berbatu merah dan kuno. Sayangnya Sabtu tutup, tapi kita boleh masuk kok. Didalamnya ga banyak macem-macem, mungkin arsipnya di sembunyiin ntah dimana. Halaman belakang juga luas banget, ternyata....gedung ini sering disewakan untuk pesta, pernikahan, acara-acara ceremony dsb, wah jadi memberikan aku ide siapa tau bisa.......(fill in the blank by ur self), aku dah dapat HP contact personnya ...hehehehe.
Kalau kamu naik Trans Jakarta jurusan Blok M - Kota, ini adalah tujuan terakhir. Tinggal jalan sedikit, nyampe deh. Tiket masuk Rp 2,000 per orang. Bangunannya kuno tiga lantai, lantai kayu, didalamnya ada benda-benda peninggalan Belanda waktu di Batavia, seperti perabot, lukisan, patung, miniatur, cermin dan banyak lagi. Di lantai bawah, ada penjara, lantainya dingin, gelap pokoknya serem aja. Halamannya luas baik di depan maupun belakang, taman belakang bisa buat duduk-duduk, ada pepohonan, enak juga buat nongkrong, apalagi kalau ada angin sepoy-sepoy. Juga ada patung Hermes, yang aslinya ada di daerah Pasar Baru sana. Kalau mau nongkrong beneran di bawah ada Kafe Museum, suasanya adem, nyaman, asik, makanannya juga lumayan enak, tapi kok yang dipajang foto-foto penjajah itu ya?
Sayangnya di Jakarta ini banyak yang tidak terawat, padahal pemerintah kayanya cukup serius membenahinya, kemaren aja masih banyak orang-orang buang sampah sembarangan, padahal udah jelas-jelas disediain tong sampah segede-gede bagong, kurang apa coba? Memang mental orang sini yang agak kurang ya....sedikit aja ada rasa memiliki.... pasti kota ini indah banget, gak kalah sama kota metropolitan lainnya.








